Showing posts with label Experience. Show all posts
Showing posts with label Experience. Show all posts

Jual Masker Mahal Selama 1 Bulan eCommerce Bertindak Lambat

/ Saturday, March 28, 2020 /
Windu Aji Prasetyo - Pada wabah COVID-19 ini banyak barang-barang yang diburu oleh masyarakat ada sandang untuk mereka stok ketika terjadi lockdown, barang medis dan kesehatan. Tapi pada saat postingan ini dibuat bulan Maret 2020 Indonesia belum memilih untuk lockdown ya. Kia tarik dari bulan Maret ke bulan Januari akhir yaitu ketika COVID-19 atau pada bulan itu nama virusnya masih Virus Corona Wuhan 2019 / Novel Corona / SARS-Cov-2 mewabah di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina belum ke nagara-negara lainnya. Beberapa orang yang berkompeten atau ahli dibidang kedokteran dan kesehatan memberikan rekomendasi untuk menggunakan masker dan handsanitiser atau lebih bagus lagi cuci tangan menggunakan sabun. Banyak yang berbondong-bondong membeli baik online maupun offline di Cina.

Saya ketika itu pada akhir Januari 2020 sudah mencari yang namanya masker bedan untuk ancang-ancang bilamana COVID-19 masuk ke Indonesia (pada bulan Januari belum di Indonesia). Saya cek secara online di marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, bahkan marketplace yang belum saya gunakan atau instal di smartphone yaitu JD.id juga saya gunakan. Diantara marketplace tersebut banyak juga yang sudah mencari masker bedah tersebut. Awalnya yang saya cari i itu adalah Masker Sensi Duckbill karena desain maskernya itu bagus dan berbeda dari masker bedah. Namun harganya sudah berubah jauh dibandingkan sebelumnya. Ada memang yang murah, tapi itu hanya pedagang-pedagang yang sudah lama tidak aktif. Beberapa kasus yang saya temui.
  • Harga murah karena pedaganggnya tidak aktif lagi
  • Harga murah tapi ketika sudah dimasukan keranjang barangnya diarsipkan atau dihapus
  • Harga murah tapi ketika sudah bayar dibatalkan sepihak oleh pedagang
  • Harga murah tapi tidak dikirim-kirim
  • Harga murah tapi yang dikirim tidak seusi jumlahnya
Beberapa memang tidak dialami hanya poin 1 sampai 4 yang  saya rasakan. Tapi itu membuat jengkel dan bahkan saya bertanya-tanya apa marketplace tidak tahu tentang yang terjadi diekosistemnya atau memang acuh? Karena saya memantau ini bukan hanya 1 hari bahkan 1 Bulan tidak ada reaksi oleh marketplace. Setidaknya mereka sudah melakukan suspend kepada penjual-penjual yang menaikan harga yang tidak wajar. Pikir saja harga masker 1 kotak sis 50 masker yang biasa dijual 20-45rb malah dijual 150rb - 350rb apakah itu normal? (Ya itu normal karena permintaan banyak). GILA. Mereka yang punya platform mereka bisa buat aturan dan kebijakan. Kenapa mereka diam atau acuh?

Seperti yang saya katakan, saya memantaunya selama 1 Bulan. Ternyata ada artikel di beberapa portal berita online (23-25 Maret 2020) bahwa ecommerce bertindak kepada penjual yang menaikan harga masker, hand sanitaiser, dan barang yang dibutuhkan selama wabah COVID-19. Kalau bisa saya katakan. ITU TELAT!. Banyak yang telah merogoh kocek mahal untuk membelinya. Beli 4 box = mengeluarkan biaya 1 JUTA. Jika mereka menaikan harga masih normal sekiranya 50rb, sisa uang lainnya bisa digunakan untuk barang lain misalkan beli bahan untuk membuat Desinfektan atau membeli makanan. Memang itu sudah harus dilakukan oleh pemilik platform tapi kenapa harus lambat? Mereka ngapain aja sebelumnya? 

Oke, memang tidak perlu dipermasalahkan lagi. Ini mungkin menjadi catatan saya secara pribadi untuk rekan-rekan pelapak online di Indonesia. Mereka hanya mementingkan dirinya sendiri dan kantong mereka. Semoga para pelapak online yang memanfaatkan situasi ini untuk memperkaya diri bisa selamat dunia dan akhirat.

Referensi :
  1. Sumber 1 : Katadata.co.id
  2. Sumber 2 : Detik.com
  3. Sumber 3 : Republika.co.id
  4. Sumber 4 : Kompas.com
  5. Sumber 5 : Okezone.com

Ujian Banjir dan Virus Corona Wuhan / COVID-19

/ Sunday, March 15, 2020 /
Windu Aji Prasetyo - Pernah kita mengingat suatu angka yang berkaitan dengan kejadian atau sesuatu hal yang terjadi? Contohnya seperti tanggal kelahiran, tanggal jadian, atau tanggal dimana seseorang yang populer meninggal. Angka 2019 dan 2020 akan menjadi angka yang begitu diingat oleh saya atau bahkan oleh masyarakat Dunia. Mengapa?

Pada peralihan 2019 dan 2020 kita tahu ada perayaan Tahun Baru dimana semua orang di Dunia merayakannya dengan waktunya masing-masing yang tidak mungkin kita bersamaan (karena jamnya saja berbeda). Dimalam pergantiian tahun cukup meriah dan langit beberapa masih diwarnai oleh kembang api. Kenapa saya bilang cukup, karena pada malam itu hujan turun cukup lebat, dan membuat saya mau tidak mau untuk tidur untuk melupakan perayaan itu.

Bencana Alam

Jatuhlah pagi hari ditanggal 1 Januari yang merupakan tanggal merah yang biasanya saya sudah membuat janji untuk pergi wisata air. Ternyata bukan saya yang mengunjungi wisata air malahan air wisata yang mengunjungi saya. Apa itu? Dampak dari hujan tersebut yaitu Banjir. Perumahan saya alhasil menjadi kolam renang coklat. Jika dijumpai air dengan warna coklat tersebut siapa yang mau berenang? (Ada aja kalau anak kecil).

Waktu berlalu dan setelah hari itu dan akhirnya beraktivitas seperti biasa dihari berikutnya di bulan yang sama terjadi Banjir lagi. Semua orang yang berpikir bahwa Banjir tahu tanggal merah ternyata Banjirnya datang di hari kerja. Memang kita tidak boleh meragukan keputusan Allah swt karena Dialah yang Maha Pemberi.

Benda Asing

Lanjut kedalam intu dari tulisan blog ini sebenarnya adalah membahas mengenai kejadian setelah Banjir tersebut, Terjadi fenomena Dunia dimana telah tercipta virus baru yang penyebarannya berada di China, Provinsi Hubei tepatnya kota Wuhan. Beberapa sumber mengatakan bahwa penyebaran virus pertama kali pada tanggal 17 November 2019. Dugaan awal mengatakan bahwa virus ini bersumber dari pasar seafood Wuhan dan penyebarannya hanya orang yang kontak dengan hewan di pasar itu, makanya virus ini disebut Virus Corona Wuhan. Virus ini satu family dengan virus SARS dan MERS diaman memiliki gejala klinis yang hampir sama

Gejala Klinis Virus Corona Wuhan (Covid 19)

  • Batuk
  • Hidung meler
  • Tenggorokan Sakit
  • Sakit Kepala
  • Pilek
  • Diare
  • Demam
  • Sesak napas (tingkat parah) 
Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
dikutip dari aladokter.com

gejala virus corona wuhan covid-19

Virus Corona telah melumpuhkan kota Wuhan yang juga warganya diisolasi tidak boleh keluar dari kota tersebut. Pihak berwenang menjaga disetiap perbahtasan kota untuk menghindari penyebaran virus yang semakin parah dan bisa melumpuhkan negeri China. Dokter Li Wenliang, adalah dokter di RS Wuhan yang mengumumkan pertama kali adanya Virus Corona. Namun, informasi yang diberikan oleh beliau tidak diindahkan malahan dikatakan mengebarkan informasi yang bisa membuat gaduh.Tapi yang terjadi malah seperti ini virus corona sudah menyebar di Wuhan. 

Diketahu pada tanggal 20 Januari 2020 Komisi Kesehatan China (NHC) menyatakan bahwa penyebaran virus corona wuhan bisa menular antara manusia. Dibulan Januari juga pemerintah China menghentikan segara tranportasi baik keluar maupun kedalam China. Pada 24 Januari Huanggang dan Ezhou, kota-kota yang berdekatan dengan Wuhan juga di karantina, disusul dengan beberapa kota lain di China. Karena mobilitas orang itu cepat dan virus ini dapat menular antar manusia antar menusia dan yang saya ketahui berdasarkan portal berita bahwa penularan virus ini melalui Droplet atau percikan air dari saluran pernapasan (mulut dan hidung) jika terkena (selanjurnya memegang hidung, mata, mulut) atau terhirup (mulut atau hidung) dapat tertular, maka penyebaran virus ini sangat tidak terkendali.

Karena banyak orang menamakan virus masih Virus Corona Wuhan dengan embel-embel kota Wuhan. Untuk menghilangkan diskriminasi terhadap suatu tempat maka WHO pada 12 Febuari 2020 menamakan virus ini sebagai COVID-19. Virus Covid-19 menyebar ke penjuru dunia. Semua negara dibuat pusing tujuh keliling dibuatnya. Bahkan ada beberapa negara (14/3/2020) yang melakukan Lockdown di negaranya sebut saja seperti China, Italia, Denmark, Filipina, Mongolia, Spanyol, Iran, Korea Utara dan Irlandia (dikutip dari cnnindonesia.com).

Virus Covid-19 ini tidak bisa dikatakan virus yang lemah bahkan bisa dikatakan mematikan. Karena banyak yang orang-orang yang terinfeksi virus ini meninggal dunia untuk presentasi kematiannya akan saya lampirkan dibawah. Tapi kebanyakan dari kematian tersebut adalah Lansia. Menurut saya ini terjadi karena mereka yang sudah memiliki penyakit seperti DM, Gagal Ginjal, dll dan ketika terinveksi virus akan memperparah keadaannya. Untuk tingkat kesembuhannya cukup tinggi kok tidak seburuk dengan kematiannya yaitu 51,338%. Sejauh ini China menjadi ranking pertama pada penyebaran virus 79.394 kasus dan kematian 2.838 orang (1/3/2020 sumber cnnindonesia.com). Dilanjutkan dengan Korea Selatan, Iran, dan yang sedang merebak (15/3/2020) adalah negara Italia.

Indonesia Dikunjungi Benda Asing

Sebelum berbicara Indonesia kita bicarakan dulu mengenai negara-negara tetangga kita. Tercatat negara tetangga kita seperti Singpura, Filipina, Malaysia, Autralia, dan Vietnam sudah melaporkan kasus positif virus corona. Aneh bin ajaib atau mungkin karena kekuatan leluhur (bercanda ya), Indonesia belum sama sekali melaporkan adanya kejadian orang yang terinfeksi virus corona. Alhasil semua orang bingung dari negara tetangga, WHO, dan saya sendiri sebagai warganya dibuat bingung. Pada ketika virus Covid sudah merebak ke berbagai negara dan penyebarannya bisa terjadi karena Droplet oleh orang yang sebenarnya terinfeksi virus Covid-19 (warga asing). Negara kita ini masih membuka seluash-luasnya pintu pariwisata dengan mempromosikan Diskon Besar-Besaran baik itu tempat wisata, tiket penerbangan, atau juga hotl-hotel. Ini membuat saya semakin berpikir apa pemerintah sangat takut jika ekonomi Indonesia terpuruk? Padahal ini bukan negara kita saja (kalau benar ada yang terinfeksi) yang akan berdampak terhadap ekonomi melainkan seluruh Dunia. Bahwa negara dikdaya Amerika Serikat, warga negaranya juga terinfeksi virus Covid-19. 

Pertama Kali
Wisata asing (berwarga negara Jepang) baru pulang dari Indonesia ke Malaysia (dia ternyata tinggal disana). Sepulangnya dan mendarat di Indonesia, warga asing tersebut dinyatakan sebagai positif corona. DENG-DENG!. Saya langsung melihat pemerintah, kira-kira akan berkata apa ketika orang asing yang pernah mengunjungi Indonesia langsung positif. Ternyata pemerintah melakukan pemeriksaan jejak kejadian (itu bahasa saya). Atau dengan kata lain pemerintah memeriksa siapa saja yang telah melakukan kontak dengan warga asing tersebut. Setelah mengetahui semua orang yang suspec dikarantina atau diisoliasi. Hasilnya diketahui bahwa WNI POSITIF CORONA.

Orang terinfeksi virus Covid-19 adalah warna Depok. Diduga kuat warga asing tersebut berada di klub dansa. Setelah dari situ derah yang menjadi penyebaran berada di JakSel berdekatan dengan Depok. Setelah beberapa hari Pak Gubernur Anis Baswedan membuat peta sebaran virus Covid -19 di Jakarta.

penyebaran virus corona di jakarta

Semua Jadi Tanggal Merah

Karena merebaknya virus Covid-19 membuat liburan di hari Minggu jadi dirumah saja. Ada sih kejadian dimana 2 orang dikeluarga dengen jenis kelamin yang sama dengan santainya pergi ke Tanah Abang untuk belanja. Karena kesel jadi bikin blog ini aja deh, lumayan bikin lega dikit walau ketika nulis tentang 2 orang itu agak jengkel juga. Berada dirumah, membuat hiburannya hanya nulis blog ini dan nonton TV. Banyak kepala daerah melakukan public speaking  mengatakan bahwa daerahnya akan mencoba untuk mengendalikan aktivitas mobile dari warganya. Kepala daerah tersebut mengumumkan meliburkan Sekolah dan Kerjaan (ASN / BUMN) sesaat atau bahasa mereka belajar dan kerja di rumah. Ini saya tidak tahu apa berlaku juga untuk pekerja swasta. Oh iya, Presiden sendiri juga mengumumkan untuk meliburkan sekolah dan kerja, tapi kerja itu maksudnya swasta juga atau hanya ASN dan BUMN?

Kalau begini saya kan tidak ragu lagi. Tapi yang menjadi masalahnya,Virus Corona sudah ada di Indonesia, apakah negara kita sudah siap? Kalau dikatakan siap / tidak siap, semua negara dan Indonesia pasti tidak siap dengan virus covid-19 ini. Namun apa yang sudah ada didepan mata harus kita hadapi secara bijak. Apa maksudnya bijak, semua anjuran dari Pemerindah baik itu Pusat datau Daerah kita dengarkan secara baik. Ikuti arahannya dan jangan megnindahkan perkataannya. 

Virus Covid-19 ini benar-benar menjadi sejarah besar bagi saya pribadi. Mungkin saya menjadi orang yang beruntung atau tidak. Tapi dari blog ini akan menjadi catatan bagi saya pribadi, bahwa saya Windu Aji Prasetyo sedang berada dalam situasi DARURAT DUNIA akibat Virus Covid-19. Semoga catatan ini menjadi hal yang baik itu saya pribadi dan untuk pembaca sekalian. Mungkin banyak sekali outbound link diartikel ini. Itu semua dilakukan karena informasi yang saya berikan bersumber dari portal berita online yang menurut saya itu kredibel. 

Salam dari saya dan do'akan Saya dan keluarga (belum menikah ya) tidak terinfeksi virus Covid-19 dan pembaca sekalian juga sama. Terima kasih,

Lampiran

Korban Meninggal  Virus Covid-19
  • 23 Januari: 8 kematian dilaporkan 
  • 24 Januari: 16 kematian dilaporkan 
  • 25 Januari: 15 kematian dilaporkan 
  • 26 Januari: 24 Kematiaan dilaporkan 
  • 27 Januari: 26 kematian dilaporkan 
  • 28 Januari 26 kematian dilaporkan 
  • 29 Januari: 38 kematian dilaporkan 
  • 30 Januari: 43 kematian dilaporkan 
  • 31 Januari: 46 kematian dilaporkan 
  • 1 Februari: 45 kematian dilaporkan 
  • 2 Februari: 57 kematian dilaporkan 
  • 3 Februari: 64 kematian dilaporkan 
  • 4 Februari: 65 kematian dilaporkan 
  • 5 Februari: 73 kematian dilaporkan 
  • 6 Februari: 73 kematian dilaporkan 
  • 7 Februari: 86 kematian dilaporkan 
  • 8 Februari: 89 kematian dilaporkan 
  • 9 Februari: 97 kematian dilaporkan 
  • 10 Februari: 108 kematian dilaporkan 
  • 11 Februari: 97 kematian dilaporkan 
  • 12 Februari: 242 kematian dilaporkan 
Total warga China jumlah meninggal 2.838 orang dan 79.394 kasus positif Covid-19 (1/3/2020 sumber cnnindonesia.com)

Acara Keagamaan yang Terdampak
  • Imlek di China 25 Febuari 2020
  • Ibadah Umrah 
  • Paskah di Italia
  • Perayaan Holi di India
  • Ribuan peziarah Kristen yang ingin mengunjungi tempat-tempat suci di Yerusalem
Sumber Pikiran-rakyat.com

Presentasi Kematian Covid-19
  • Kematian Global : 3,67% (12/3/2020) 
  • Kematian di Australia : 2,38%
  • Kematian di USA : 5%
  • Kematian di KORSEL : 0,6%
  • Kematian di Singapura : 0%
  • Kematian di Malaysia : 0%
  • Kematian di Brunei : 0%
  • Kematian di Vietnam : 0%
  • Kematian di Indonesia : 2,94%
Sumber Tirto dan Kompas

14 Januari 2016 di Jakarta

/ Thursday, January 14, 2016 /
Kamis, 14 Januari 2016. Ketika sedang asyik-asyiknya bersantai setelah pulang dari kampus langsung berhadapan dengan layar laptop untuk mengerjakan project dan juga dibantu oleh tayangan televisi yang biasanya digunakan oleh saya untuk mengencerkan pikiran agar tidak terlalu kaku dalam memikirkan suatu terobosan atau ide-ide yang kalau tidak ada televisi akan bosan dan jenuh. Seperti biasa karena pada pukul 11:00 WIB selalu tidak ada siaran yang mendidik dan juga asyik ditoton maka tidak ada cara lain yaitu menonton siaran berita disalah satu stasiun tv swasta.  Awalnya memang hanya melihat berita dan masih fokus untuk mengerjakan project. Berita di televisi pun di hiraukan (biasanya senang dengan berita bisnis). Namun, karena bolak-balik bola mata melirik layar kaca beberapa isi dari berita bisa ditangkap. Ketika kuping ini mulai fokus dalam pemberitaan, saya dikejutkan dengan berita tersebut. "Teroris Bermain ke Jakarta". Yap, itulah kata yang saya bisa tuliskan. 

Dari video amatir terlihat bahwa terjadi aksi terorisme di Sarinah, Jakarta. Sarinah adalah tempat dimana banyak sekali gedung-gedung elite atau bisa dibilang pusat perkantoran dan juga pusat pemerintahan yang menjadi Ring 1. Karena tidak jauh dari sana terdapat Istana Negara. Video amatir tersebut menunjukan bahwa teroris awalnya berada di depan gedung cakrawala depan pinta star buck. Dua orang teroris bergegas berlindung di mobil kemudian berdatangan datang polisi. Diakhir tragedi tersebut aparat keamanan dapat menewaskan 5 pelaku, melumpuhkan 3 pelaku + 2 pelaku bunuh diri. 

Presiden Jokowi sudah tepat memberikan arahan bahwa "masyarakat tidak perlu panik" kemudian beliau juga berkata "tidak perlu takut". Saya memang tidak takut dengan adanya kasus tersebut. Tapi, seiring dengan banyak berita yang disiarkan kemudian juga video amatir yang merekam ketika terjadi baku tembak dan bom membuat saya berpikir. Katanya kita tidak perlu panik, namun dari wartawan sendiri yang membuat masyarakat panik dengan video tragedi yang disiarkan dan diulang-ulang. Pastinya warga yang melihat akan merekam kejadian itu di otak mereka dan kemudian akan menjadi stimulus dan ketika otak memikirkan bahwa hal itu mengkhawatirkan dan menakutkan pastinya ia akan panik dan takut. Kemudian dari polisinya sendiri dengan adanya tayangan 86 yang menyiarkan siaran itu juga. Kalau masyarakat dikatakan tidak perlu panik, berarti wartawan tidak perlu membuatu mereka panik. Cukup memberitakan secara lisan saja tak perlu adanya siaran ulang video ketika baku tembak. Itu yang membuat saya heran. Terorisme bertujuan untuk memengaruhi pikiran masyarakat agar mereka semua panik dan kondisi negara tidak kondusif. Ya, kalau kita tidak mau ikut tujuan mereka yasudah tidak usah panik dan tidak perlu membuat mereka panik. Itu masalah yang tidak beratkan?



Diakhir tulisan ini saya sebagai penulis sangat mengutuk keras perbuatan terorisme di Jakarta ini. Kemudian saya juga berduka dengan hal tersebut, namun kita harus berani untuk melawan rasa takut kita. Setiap tulisan pasti ada coretan, dan tidak setiap coretan akan dilanjutkan dengan coretan lagi. Ketika kita memiliki iman yang kuat, dan memiliki nilai Pancasila kita akan kuat dan tak akan pernah goyah.

Itu semua adalah dasar pemikiran dangkal saya. Bilamana dalam tulisan ini terdapat kesalahan mohon dimaafkan karena saya bukan manusia sempurna.

Saya dan Yogyakarta

/ Tuesday, July 31, 2012 /
Saya dan Yogyakarta - Tanggal 2 Juli 2012 merupakan hari dimana saya dan teman-teman kelas 11 harus pergi meninggalkan Ibu kota negara Indnesia menuju mantan Ibu kota negara Indonesia. Mantan ibu kota negara Indonesia memang ada dua yaitu Bukit Tinggi dan Yogyakarta. Karena judulnya Saya dan Yogyakarta, maka saya pergi ke Yogyakarta. 

Jam 7 pagi saya dan teman-teman kelas 11 mulai meninggalkan DKI menuju DIY. Saya sudah mengiapkan semua, dari data diri yaitu kartu pelajar, dan KTP. Perjalanan ke Yogya memakan waktu yang panjang dan menguras stamina dan kesabaran yang luar biasa. Tapi, yang namanya pergi bersama teman-teman pasti memiliki kelebihan dari pada pergi sendiri. Apa itu manfaatnya?

Ketika Anda pergi pasti membawa snack untuk di bis. Bagi Anda yang membawa snak sedikit, tahan snack itu. Usahakan snack itu dibuka ketika perjalanan pulang. Bagaimana cara menahannya? Sudah saya katakan teman sangat bermanfaat ketika perjalanan seperti ini. Anda duduk manis saja di kursi, dari beberapa teman Anda miliki, pasti ada yang tidak sabaran untuk memakan snack tidak mungkin teman Anda makan snack tanpa menawarkan kepada teman lainnya seperti Anda. Ketika ada teman yang menawarkan Anda sikat saja, tapi jangan seperti traktor pengeruk ambil yang sedang-sedang saja agar teman-teman yang lain mau menawarkan kepada Anda lagi. Itu adalah sedikit manfaat pergi bersama teman. 

Saya mengambil kursi yang persis dengan pintu darurat. Jadi kalau ada apa-apa saya bisa langsung loncat dari bis. Contohnya jika pengemudi sudah agak mengantuk, bis sudah mulai oleng, dan DJ sudah tidak memutar musik. Ada tikungan tajam yang berbelok ke kanan dan sebelah kirinya jurang, saya sudah siap untuk loncat. Ketika semuanya teriak yang berbelok ke kanan "Waaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!" saya langsung berkata sambil membuka pintu darurat  "Dadah, semoga Anda semua masuk surga". 

Dalam perjalanan ini, untungnya ada perempuan gendut Padang yang membawa Headphone. Saya pinjam Headphone tersebut untuk mengisi kekosongan aktivitas selama di bis. Headphonenya keren dan mungkin itu adalah teknologi baru yang belum saya ketahui. Headphone-nya tidak berkabel, Handphone kitaharus menyalakan bluetoot dulu agar bisa tersambung ke headphone. Lalu nyalakan MP3, kita langsung bisa mendengarkan dengan headphone itu tanpa kabel. Jadi walau pun HP kita dipinjam oleh teman yang duduk di kursi paling depan atau yang dekat dengan supir kita masih bisa mendengarkan musiknya. Yang tidak bisa kalau HP kita dibuang ke jalan oleh teman oleh teman yang duduk di kursi paling depan.

Kami semua tiba kurang lebih pada pukul 00:31. Kata guru saya, kami semua akan menginap di hotel. Ternayata itu adalah hotel yang ada 3 kasur, 1 kamar mandi, 1 TV yang besarnya 10 inci, dan 1 lemari besar. Ukuran ruangan kira-kira 100 x 100. Ruangannya seperi kos-kosan tapi agak besar sedikit. Katanya sih itu motel bukan hotel. Yah, mau dibilang apalagi disaat badan lemas, mata yang tak mampu untuk bekerja dengan baik tempat apa pun langsung dihajar.

Motel yang kami inapi dekat dengan tempat yang terkenal di Jogjakarta, yaitu Beringin kembar atau Kraton Jogjakarta, dan juga dekat dengan Malioboro. Tapi, saya tidak kesana karena badan sudah tak mampu berdiri, kaki tak mampu untuk melangkah, dan mata sudah tak mampu membuka. Malam pertama di motel tidak ada kejadian yang aneh misalnya kejailan teman-teman baik sekamar atau pun yang berbeda kamar.

Tobe continuous ........................
 
Copyright © 2010 Ruang Lingkup Goresan Kehidupan Anak Bangsa, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger