Showing posts with label Covid-19. Show all posts
Showing posts with label Covid-19. Show all posts

Indonesia Krisis Berpikir?

/ Sunday, May 24, 2020 /
Indonesia Krisis Berpikir? - Sampai menjelang berakhirnya bulan Mei 2020 COVID 19 atau Corona Virus Disease 2019 masih berada di serkitar masyarakat Indonesia. Pemerintah masih belum memiliki cara ampuh untuk bisa melawan virus tersebut. Sejak Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) yang dipilih oleh Pemerintah Pusat untuk strategi melawan COVID 19 dan diberlakukan di Jakarta pada 10 April 2020. Karena belum memiliki dampak apa-apa maka Khususnya DKI Jakarta kemungkinan akan memperpanjang PSBB tahap 3. Diharapkan dengan perpanjangan PSBB ini virus akan bisa hilang dari Indonesia.

Apa itu PSBB?

Pembatasan Sosial Skala Besar adalam pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-I9). Ini merupakan salah satu strategi yang dipilih oleh pemerintah dalam upayanya mencegah kemungkinan penyebaran COVID 19.  PSBB itu sendiri dikendalikan oleh Pemerintah Pusat. Daerah yang ingin memberlakukan PSBB harus meminta pengajuan ke Pemerintah Pusat dan merekalah yang memutuskan daerah tersebut diberlakukan PSBB atau tidak. Ada pun aturan-aturan yang dibuat agar katanya mampu untuk menjegah penyebaran COVID 19 lebih luas lagi seperti pada  Peraturan Gubernur DKI Jakarta (Pergub) Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Simplenya pergub ini menekankan pada warga DKI Jakarta agar tetap berada dirumah atau dalam rumah selama dua minggu kedepan, mengurangi dan meniadakan kegiatan diluar rumah dengan tujuan memutus rantai penyebaran COVID 19. Pembatasan kegiatan luar ini diberlaukan pada:
  1. Pelaksanaan pembelajaran di sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya;
  2. Aktivitas bekerja di tempat kerja,
  3. Kegiatan keagamaan di rumah ibadah,
  4. Kegiatan di tempat atau fasilitas umum,
  5. Kegiatan sosial dan budaya, dan 
  6. Pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi. 
Artinya dari point tersebut bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah saja tidak boleh kemana-mana. Pada intinya kita melaksanakan Physical Distancing. Tidak hanya pembatasan kegiatan kita harus juga membiasakan hidup bersih dan sehat seperti:
  • Cuci tangan sesering mungkin
  • Menggunakan masker
  • Jaga jarak 2 meter antar sesama 
  • Makan makanan bergizi seimbang
  • Tidur cukup
  • Berolahraga
  • Koncumsi vitamin

Pada Massa Awal PSBB

Pemerintah memutuskan PSBB? Kenapa gak Lockdown? Hem, menurut saya pribadi PSBB dipilih oleh Pemerintah karena melihat dai sisi kemampuan masyarakat kita untuk melaksanakan kegiatan tersebut dan dampak buruknya. Misal jika melakukan lockdown artinya jika berlaku di Jakarta maka warga DKI Jakarat tidak boleh keluar dari provinsi Jakarta dengan alsan apapun walau dengan alasan bekerja dan TNI turun tangan ke masyarakat untuk mendisiplinkan warga masyarakat. Seperti yang berlaku di China dan Malaysia. Dampaknya? Orang-orang yang bekerja harian tidak bisa lagi, uang untuk makan harian tidak ada, semua usaha tutup, Pemerintah wajib memberi bantuan kepada masyarakat yang terdampak lockdown. Dampak buruknya? Bisa terjadi CEOS atau kerusuhan oleh masyarakat karena masalah sandang dan pangan.

PSBB, Pemerintah hanya membatasi mobilitas dari manusianya dan beberapa orang yang memiliki kepentingan yang penting entah itu bekerja masih bisa lalu lalang di daerah dengan memegang surat izin tertentu. Dikutip dari detik.com, Bapak Presiden Jokowi mengatakan bahwa 

"Kita beruntung sejak awal memilih kebijakan PSBB, bukan lockdown atau karantina wilayah," kata Jokowi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (7/5/2020).

"Artinya, dengan PSBB masyarakat masih bisa beraktivitas tapi memang dibatasi. Masyarakat juga harus membatasi diri, tidak boleh berkumpul dalam skala besar," katanya [1].
TNI tidak turun tangan langsung tetapi Polisi yang menjadi penegak hukumnya agar PSBB ini bisa berjalan dengan baik sesuai peraturannya. Waw PSBB, hem hem hem ....?

Prediksi Awal

Pada point ketiga ini akan berisi tentang pendapat pribadi yang tidak dilampirkan data karena kan ini pendapat pribadi saya eh tapi kalau butuh perlu deh lampirin datanya biar gak dikira ngibul. 

Ketika mendengar PSBB berlaku untuk Indonesia. Waw apakah bisa berhasil? Kenapa tidak lockdown? Pemerintah hanya memikirkan ekonomi saja tanpa  peduli kesahatan warganya? 

Itu pertanyaan yang muncul dibenak saya ketika awal-awalnya. Karena tidak orang Indonesia ini punya Kecerdasan Buatan masing-masing atau bahasa kerennya seperti teknologi Artificial Intelligence (AI). Pemikiran saya pastinya akan merujuk pada kecerdasan dari warga Indonesia. Bukan meremehkan warga kita sendiri tapi APA MAU DIKATA?

Data 2019 menunjukan rata-rata pendidikan masyarakat Indonesia hanya tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) [2]



Jadi saya ragu jika ada beberapa masyarakat kita tidak paham dan mampu mengerti tentang PSBB dan dampak dari COVID 19. Karena tentu tingkat pendidikan yang rendah akan menghasilkan orang-orang yang memiliki pemikiran yang rendah pula. Enggak juga kok buktinya ada orang yang lulusan SMP tapi bisa jadi BOS dan punya perusahaan? Kan saya bilang ada beberapa masyarakat, artinya orang-orang lulusan SMP yang sukses lebih dari saya itu bukan golongan yang saya katakan.

Maka dari itu saya jujur ragu jika ini akan berhasil menjegah penularan COVID 19 apalagi masuk bulan Ramadhan dan Lebaran. Dimana budaya KUMPUL di negara kita sangat kental. Ramadhan bukber KUMPUL. Lebaran pulang kampung KUMPUL. Apalagi yang lebih ngeselinnya dia gak bukber, gak pulang kampung, dan gak kerja malah KUMPUL terutama akan dilakukan orang pemuda-pemudi negeri kita yang ngertinya hanya Gaming, Tawuran, Tramadol, dll. Mereka-mereka yang nantinya akan menjadi perusak dari PSBB ini. Gak mungkin warga negara kita mampu untuk bisa TAAT PADA PERATUARAN. Prinsip beberapa warga negara kita adalah Peraturan Dibuat Untuk Dilanggar. Salah? Mungkin tidak karena warga negara kita MEMILIKI KECERDASAN BUATAN SENDIRI. Pada point awal pemikiran saya, bahwa ragu jika PSBB bisa berjalan dengan baik.

Yang Terjadi

Pada bulan Mei 2020 banyak kejadian yang buat geleng- geleng kepala. Adu hai kenapa ada manusia se GOBLOK itu? Asiknya kalau saya rinciin beberapa kejadian-kejadian ADU HAI yang bikin geleng-geleng kepala pada masa PSBB diberlakukan saat Pandemi.

1. Pasar yang masih ramai
Karena yang diberlakukan adalah PSBB, jadi ekonimi masih bisa berjalan namun dengan protokol kesehatan ketat. Tapi tidak bisa dipungkiri mereka yang pergi ke pasar tidak menggunakan masker dan jaga jarak antar sesama (itu hal sepele yang terlihat). Jika yang terlihat saja tidak patuhi bagaimana dengan mencuci tangan sesering mungkin dan makan vitamin seperti yang saya mengenai hidup bersih dan sehat diatas? Apa mungkin mereka melaksanakannya? Saya pribadi ragu dengan itu. Gak bisa disalahin dong kan mereka mau beli kebutuhan makanan? Tidak salah kok. Negara yang memberlakukan lockdown masyarakatnya masih diperbolehkan untuk pergi membeli kebutuhan makanan di pasar atau super market. Tapi bagaimana yang terlihat. Apa di negara lain pasarnya berdesakan? Masyarakatnya tidak menggunakan masker? ADU HAI, kalian boleh kok keluar tapi kan ada aturannya.

kondisi pasa saat covid 19


2. Antrian Pengambilan Bansos
PSBB tentu berdampak pada ekonomi masyarakat. Banyak usaha-usaha dan orang-orang di PHK tidak bisa bekerja. Mereka tidak punya tabungan cukup untuk kebutuhan harian. Syukur Alhamdulillah, Pemerintah Pusat dan Daerah masih bisa memberikan bantuan sosial ke warga masyarakatnya agar bisa menjalankan PSBB dengan baik dan bisa hidup juga. TAPI....... Ini uniknya, memang sudah antri sih tapi ya jaga jarak juga diberlakukan dong

suasana bansos covid 19


3. Oknum Emak-emak yang Menggunakan Uang Bansos Untuk Beli Pakaian Lebaran
Nah kalau ini Gubernur Jawa Barat yaitu Bapak Ridwan Kamil menemukan data bahwa ada di daerah Jawa Barat warganya membeli pakaian buat lebaran dari uang bansos [3]. ADU HAI... Kan uang bansos itu buat beli sembako. Atau mereka belu pakian lebaran buat dimakan? Hem, gak salah juga sih kalau itu buat dimakan kan artinya juga sembako menurut versi mereka.

dana bansos dipakai buat beli pakaian

4. Orang Nekat Pulang Kampung
Seperti yang saya bilang budaya KUMPUL tidak bisa dipisahkan oleh warga Indonesia. Tradisi pulang kampung hanya ada ketika Lebaran Idul Fitri datang. Namun, kondisinya kan lagi bahaya nih walau Pemerintah membelakukan PSBB tapi tetep berbahaya loh baik untuk pribadi kita maupun ke orang-orang terdekat kita. Misal kamu adalah orang positif COVID 19 tapi karena gak ada gejala klinis atau ketegori Orang Tanpa Gejala (OTG) memiliki resiko menularkan kepada orang lain sangat tinggi. COVID 19 ini sangat beresiko pada mereka-mereka yang lansia madya ke atas dan orang-orang yang memiliki penyakit sebelumnya. Jadi kita kamu OTG pulang kampung untuk bertemu orang tua atau nenek. Kamu sudah mentransfer virus ke orang tua atau nenek kamu di kampung. Kamu tega? Mereka sudah membesarkan kamu, sudah melahirkan kamu, sudah memberi kehidupan yang layak untuk kamu, TAPI kamu membalasnya dengan mentransfer COVID 19 kepada mereka. Ibarat kata Air Susu Dibalas Air Tuba. Kalau harapan saya agar yang sudah pulang kampung gak usah balik ke kota atau keluar kampung lagi. Kalian cukup disana saja sudah cukup dan setidaknya tidak memperpanjang COVID 19 di Indonesia.

jangan pulang kampung saat covid 19


5. Keramaian Saat Terakhir MCD Sarinah akan Ditutup Sepenuhnya
Hem, ini sebenrnya epik sih. Kegiatan ini loh yang bikin semua mata tertuju ke Sarinah Jalan M.H Thamrin di Jakarta Pusat. Gedung Sarinah tersebut kedepannya akan direnovasi dan dipersiapkan untuk UMKM. Waw luar biasa, gitu dong masa produk asing yang mejeng disana. Ini berdampak pada resto yang ada disana seperti MCD. Diketahui MCD Sarinah adalah MCD pertama yang ada di Indonesia. Banyak orang-orang yang pernah makan dan menemukan sesuatu yang berdampak pada kehidupannya ada yang bertemu pacar, nongkrong bareng temen, dll sebagainya bisa kalian check disini www.cekaja.com/info/sejarah-mcd-sarinah/

pelanggar psbb


Ketika malam terakhir operasional MCD Sarinah, ternyata banyak Orang-orang yang mengunjungi tempat tersebut untuk kembali mengenang moment, foto, sampai buat konten. Padahal ketika itu PSBB masih diberlakukan. Tapi kenangan indah telah memupuskan pemikiran mereka. Atau mereka TIDAK mampu untuk BERPIKIR? Seperti yang ada dalam foto dibawah ini, banyak orang berkumpul. ADU HAI, kenapa ada orang-orang se se se se se se apa ya? 

Akibatnya trending hashtag #IndonesiaTerserah yang digaungkan oleh Nakes dan Dokter. Mereka bukan menyerah tapi sudah tidak peduli dengan masyarakat. Mereka tetap akan melaksanakan tugasnya walau masyarakat mengacuhkannya. SAYA HORMAT KEPADA NAKES DAN DOKTER KARENA TETAP BEKERJA SECARA PROFESIONAL. Saya tetap dirumah walau yang lain sudah tidak peduli kalian.

6. Orang yang Bericara di Podcast
Kasus ini muncul ketika salah satu dari mereka sebutlah si JS berjenis kelamin perempuan diundang Podcast oleh salah seorang influencer. Oh iya JS juga seorang influencer yang memiliki subscriber banyak tapi mirisnya kebanyakan adalah adik-adik kita yang masih sekolah. Si JS tersebut berbicara di Podcast tersebut. Ada beberapa kata yang dilontarkan yang meremehkan COVID 19 dan juga peruturan PSBB. Akhirnya mencuat tuh beritanya seperti yang ada di kutip oleh Kompas.com. Usut punya usut ternyata si JS dan pasangannya juga tergabung dalam Alumni Kumpulan MCD Sarinah ketika resto itu akan ditutup. Kok kebutulan ya, Eh atau ini emang orang GOBLOK? Atau lebih tingkatannya dari GOBLOK?


G. Kondom Langka Saat Pandemi 
Kalau ini diluar dari enam point diatas ya. Ini lucu sih, disaat COVID 19 terjadi di China banyak pasutri yang bercerai karena dirumah aja. Tapi di Indonesia pasutri banyak yang olahraga? Ya itu baik kok, gak ada salahnya yang penting mereka tetap menjankan PSBB dengan benar. Tapi ini lucu sih, disaat saya lagi nyari referensi untuk point enam eh muncul berita ini di Google. Bahayanya nih kalau kondom langka bukannya kita positif COVID 19 eh Istri Positif Hamil. Selamat dan semangat yang lagi olahraga terus.

Kesimpulan
COVID 19 akan hilang jika masyarakatnya bisa paham akan bahaya COVID 19. Dari mana mereka paham dari sosialisasi yang kita berikan agar mereka bisa berpikir dan bisa mendapatkan pemahaman bahwa COVID 19 bahaya dan wajib kita ikuti PSBB yang diberlakukan pada setiap daerah. Kalau kalian tidak peduli dengan hidup kalian, setidaknya kalian peduli dengan orang terdekat kalian seperti orang tua, anak, istri, suami, kaka, adik, dll yang bisa jadi kena COVID 19 dari kamu yang tidak bisa mengikuti PSBB dengan benar. 

INGAT JUGA BAGAIMANA PARA PETUGAS MEDIS BEKERJA KERAS. MEREKA TIDAK MIN PUJIAN-PUJIAN YANG MEREKA MINTA ADALAH KALIAN IKUTI PERMINTAAN MEREKA UNTUK TETAP BEREADA DIRUMAH. BUKANNYA MEREKA TIDAK PROFESIONAL ATAU SUDAH MENJADI TANGGUNG JAWAH PETUGAS MEDIS. TAPI KALAU SEMUA ORANG KENA GARA-GARA ORANG-ORANG GOBLOK SEPERTI KALIAN YANG GAK PATUH DENGAN PSBB. BANYAK ORANG-ORANG YANG KRITIS BISA TIDAK TERTOLONG ITU KARENA KALIAN.

Jika masyarakatnya masih rendah berpikir kita akan masuk juga dalam krisis berpikir selain krisis ekonomi dan krisis kesehatan.

Referensi

  1. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5005637/jokowi-sebut-beruntung-pilih-psbb-ini-bedanya-dengan-lockdown
  2. https://mmc.tirto.id/image/2019/05/02/pendidikan-yang-buruk-bikin-sdm-indonesia-kalah-saing--periksadata--quita_1-copy-3.jpg
  3. https://www.rancah.com/berita/nasional/61873/ridwan-kamil-geleng-geleng-kepala-emak-emak-dapat-bansos-malah-belanja-baju-baru/

Jual Masker Mahal Selama 1 Bulan eCommerce Bertindak Lambat

/ Saturday, March 28, 2020 /
Windu Aji Prasetyo - Pada wabah COVID-19 ini banyak barang-barang yang diburu oleh masyarakat ada sandang untuk mereka stok ketika terjadi lockdown, barang medis dan kesehatan. Tapi pada saat postingan ini dibuat bulan Maret 2020 Indonesia belum memilih untuk lockdown ya. Kia tarik dari bulan Maret ke bulan Januari akhir yaitu ketika COVID-19 atau pada bulan itu nama virusnya masih Virus Corona Wuhan 2019 / Novel Corona / SARS-Cov-2 mewabah di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina belum ke nagara-negara lainnya. Beberapa orang yang berkompeten atau ahli dibidang kedokteran dan kesehatan memberikan rekomendasi untuk menggunakan masker dan handsanitiser atau lebih bagus lagi cuci tangan menggunakan sabun. Banyak yang berbondong-bondong membeli baik online maupun offline di Cina.

Saya ketika itu pada akhir Januari 2020 sudah mencari yang namanya masker bedan untuk ancang-ancang bilamana COVID-19 masuk ke Indonesia (pada bulan Januari belum di Indonesia). Saya cek secara online di marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, bahkan marketplace yang belum saya gunakan atau instal di smartphone yaitu JD.id juga saya gunakan. Diantara marketplace tersebut banyak juga yang sudah mencari masker bedah tersebut. Awalnya yang saya cari i itu adalah Masker Sensi Duckbill karena desain maskernya itu bagus dan berbeda dari masker bedah. Namun harganya sudah berubah jauh dibandingkan sebelumnya. Ada memang yang murah, tapi itu hanya pedagang-pedagang yang sudah lama tidak aktif. Beberapa kasus yang saya temui.
  • Harga murah karena pedaganggnya tidak aktif lagi
  • Harga murah tapi ketika sudah dimasukan keranjang barangnya diarsipkan atau dihapus
  • Harga murah tapi ketika sudah bayar dibatalkan sepihak oleh pedagang
  • Harga murah tapi tidak dikirim-kirim
  • Harga murah tapi yang dikirim tidak seusi jumlahnya
Beberapa memang tidak dialami hanya poin 1 sampai 4 yang  saya rasakan. Tapi itu membuat jengkel dan bahkan saya bertanya-tanya apa marketplace tidak tahu tentang yang terjadi diekosistemnya atau memang acuh? Karena saya memantau ini bukan hanya 1 hari bahkan 1 Bulan tidak ada reaksi oleh marketplace. Setidaknya mereka sudah melakukan suspend kepada penjual-penjual yang menaikan harga yang tidak wajar. Pikir saja harga masker 1 kotak sis 50 masker yang biasa dijual 20-45rb malah dijual 150rb - 350rb apakah itu normal? (Ya itu normal karena permintaan banyak). GILA. Mereka yang punya platform mereka bisa buat aturan dan kebijakan. Kenapa mereka diam atau acuh?

Seperti yang saya katakan, saya memantaunya selama 1 Bulan. Ternyata ada artikel di beberapa portal berita online (23-25 Maret 2020) bahwa ecommerce bertindak kepada penjual yang menaikan harga masker, hand sanitaiser, dan barang yang dibutuhkan selama wabah COVID-19. Kalau bisa saya katakan. ITU TELAT!. Banyak yang telah merogoh kocek mahal untuk membelinya. Beli 4 box = mengeluarkan biaya 1 JUTA. Jika mereka menaikan harga masih normal sekiranya 50rb, sisa uang lainnya bisa digunakan untuk barang lain misalkan beli bahan untuk membuat Desinfektan atau membeli makanan. Memang itu sudah harus dilakukan oleh pemilik platform tapi kenapa harus lambat? Mereka ngapain aja sebelumnya? 

Oke, memang tidak perlu dipermasalahkan lagi. Ini mungkin menjadi catatan saya secara pribadi untuk rekan-rekan pelapak online di Indonesia. Mereka hanya mementingkan dirinya sendiri dan kantong mereka. Semoga para pelapak online yang memanfaatkan situasi ini untuk memperkaya diri bisa selamat dunia dan akhirat.

Referensi :
  1. Sumber 1 : Katadata.co.id
  2. Sumber 2 : Detik.com
  3. Sumber 3 : Republika.co.id
  4. Sumber 4 : Kompas.com
  5. Sumber 5 : Okezone.com

Ujian Banjir dan Virus Corona Wuhan / COVID-19

/ Sunday, March 15, 2020 /
Windu Aji Prasetyo - Pernah kita mengingat suatu angka yang berkaitan dengan kejadian atau sesuatu hal yang terjadi? Contohnya seperti tanggal kelahiran, tanggal jadian, atau tanggal dimana seseorang yang populer meninggal. Angka 2019 dan 2020 akan menjadi angka yang begitu diingat oleh saya atau bahkan oleh masyarakat Dunia. Mengapa?

Pada peralihan 2019 dan 2020 kita tahu ada perayaan Tahun Baru dimana semua orang di Dunia merayakannya dengan waktunya masing-masing yang tidak mungkin kita bersamaan (karena jamnya saja berbeda). Dimalam pergantiian tahun cukup meriah dan langit beberapa masih diwarnai oleh kembang api. Kenapa saya bilang cukup, karena pada malam itu hujan turun cukup lebat, dan membuat saya mau tidak mau untuk tidur untuk melupakan perayaan itu.

Bencana Alam

Jatuhlah pagi hari ditanggal 1 Januari yang merupakan tanggal merah yang biasanya saya sudah membuat janji untuk pergi wisata air. Ternyata bukan saya yang mengunjungi wisata air malahan air wisata yang mengunjungi saya. Apa itu? Dampak dari hujan tersebut yaitu Banjir. Perumahan saya alhasil menjadi kolam renang coklat. Jika dijumpai air dengan warna coklat tersebut siapa yang mau berenang? (Ada aja kalau anak kecil).

Waktu berlalu dan setelah hari itu dan akhirnya beraktivitas seperti biasa dihari berikutnya di bulan yang sama terjadi Banjir lagi. Semua orang yang berpikir bahwa Banjir tahu tanggal merah ternyata Banjirnya datang di hari kerja. Memang kita tidak boleh meragukan keputusan Allah swt karena Dialah yang Maha Pemberi.

Benda Asing

Lanjut kedalam intu dari tulisan blog ini sebenarnya adalah membahas mengenai kejadian setelah Banjir tersebut, Terjadi fenomena Dunia dimana telah tercipta virus baru yang penyebarannya berada di China, Provinsi Hubei tepatnya kota Wuhan. Beberapa sumber mengatakan bahwa penyebaran virus pertama kali pada tanggal 17 November 2019. Dugaan awal mengatakan bahwa virus ini bersumber dari pasar seafood Wuhan dan penyebarannya hanya orang yang kontak dengan hewan di pasar itu, makanya virus ini disebut Virus Corona Wuhan. Virus ini satu family dengan virus SARS dan MERS diaman memiliki gejala klinis yang hampir sama

Gejala Klinis Virus Corona Wuhan (Covid 19)

  • Batuk
  • Hidung meler
  • Tenggorokan Sakit
  • Sakit Kepala
  • Pilek
  • Diare
  • Demam
  • Sesak napas (tingkat parah) 
Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
dikutip dari aladokter.com

gejala virus corona wuhan covid-19

Virus Corona telah melumpuhkan kota Wuhan yang juga warganya diisolasi tidak boleh keluar dari kota tersebut. Pihak berwenang menjaga disetiap perbahtasan kota untuk menghindari penyebaran virus yang semakin parah dan bisa melumpuhkan negeri China. Dokter Li Wenliang, adalah dokter di RS Wuhan yang mengumumkan pertama kali adanya Virus Corona. Namun, informasi yang diberikan oleh beliau tidak diindahkan malahan dikatakan mengebarkan informasi yang bisa membuat gaduh.Tapi yang terjadi malah seperti ini virus corona sudah menyebar di Wuhan. 

Diketahu pada tanggal 20 Januari 2020 Komisi Kesehatan China (NHC) menyatakan bahwa penyebaran virus corona wuhan bisa menular antara manusia. Dibulan Januari juga pemerintah China menghentikan segara tranportasi baik keluar maupun kedalam China. Pada 24 Januari Huanggang dan Ezhou, kota-kota yang berdekatan dengan Wuhan juga di karantina, disusul dengan beberapa kota lain di China. Karena mobilitas orang itu cepat dan virus ini dapat menular antar manusia antar menusia dan yang saya ketahui berdasarkan portal berita bahwa penularan virus ini melalui Droplet atau percikan air dari saluran pernapasan (mulut dan hidung) jika terkena (selanjurnya memegang hidung, mata, mulut) atau terhirup (mulut atau hidung) dapat tertular, maka penyebaran virus ini sangat tidak terkendali.

Karena banyak orang menamakan virus masih Virus Corona Wuhan dengan embel-embel kota Wuhan. Untuk menghilangkan diskriminasi terhadap suatu tempat maka WHO pada 12 Febuari 2020 menamakan virus ini sebagai COVID-19. Virus Covid-19 menyebar ke penjuru dunia. Semua negara dibuat pusing tujuh keliling dibuatnya. Bahkan ada beberapa negara (14/3/2020) yang melakukan Lockdown di negaranya sebut saja seperti China, Italia, Denmark, Filipina, Mongolia, Spanyol, Iran, Korea Utara dan Irlandia (dikutip dari cnnindonesia.com).

Virus Covid-19 ini tidak bisa dikatakan virus yang lemah bahkan bisa dikatakan mematikan. Karena banyak yang orang-orang yang terinfeksi virus ini meninggal dunia untuk presentasi kematiannya akan saya lampirkan dibawah. Tapi kebanyakan dari kematian tersebut adalah Lansia. Menurut saya ini terjadi karena mereka yang sudah memiliki penyakit seperti DM, Gagal Ginjal, dll dan ketika terinveksi virus akan memperparah keadaannya. Untuk tingkat kesembuhannya cukup tinggi kok tidak seburuk dengan kematiannya yaitu 51,338%. Sejauh ini China menjadi ranking pertama pada penyebaran virus 79.394 kasus dan kematian 2.838 orang (1/3/2020 sumber cnnindonesia.com). Dilanjutkan dengan Korea Selatan, Iran, dan yang sedang merebak (15/3/2020) adalah negara Italia.

Indonesia Dikunjungi Benda Asing

Sebelum berbicara Indonesia kita bicarakan dulu mengenai negara-negara tetangga kita. Tercatat negara tetangga kita seperti Singpura, Filipina, Malaysia, Autralia, dan Vietnam sudah melaporkan kasus positif virus corona. Aneh bin ajaib atau mungkin karena kekuatan leluhur (bercanda ya), Indonesia belum sama sekali melaporkan adanya kejadian orang yang terinfeksi virus corona. Alhasil semua orang bingung dari negara tetangga, WHO, dan saya sendiri sebagai warganya dibuat bingung. Pada ketika virus Covid sudah merebak ke berbagai negara dan penyebarannya bisa terjadi karena Droplet oleh orang yang sebenarnya terinfeksi virus Covid-19 (warga asing). Negara kita ini masih membuka seluash-luasnya pintu pariwisata dengan mempromosikan Diskon Besar-Besaran baik itu tempat wisata, tiket penerbangan, atau juga hotl-hotel. Ini membuat saya semakin berpikir apa pemerintah sangat takut jika ekonomi Indonesia terpuruk? Padahal ini bukan negara kita saja (kalau benar ada yang terinfeksi) yang akan berdampak terhadap ekonomi melainkan seluruh Dunia. Bahwa negara dikdaya Amerika Serikat, warga negaranya juga terinfeksi virus Covid-19. 

Pertama Kali
Wisata asing (berwarga negara Jepang) baru pulang dari Indonesia ke Malaysia (dia ternyata tinggal disana). Sepulangnya dan mendarat di Indonesia, warga asing tersebut dinyatakan sebagai positif corona. DENG-DENG!. Saya langsung melihat pemerintah, kira-kira akan berkata apa ketika orang asing yang pernah mengunjungi Indonesia langsung positif. Ternyata pemerintah melakukan pemeriksaan jejak kejadian (itu bahasa saya). Atau dengan kata lain pemerintah memeriksa siapa saja yang telah melakukan kontak dengan warga asing tersebut. Setelah mengetahui semua orang yang suspec dikarantina atau diisoliasi. Hasilnya diketahui bahwa WNI POSITIF CORONA.

Orang terinfeksi virus Covid-19 adalah warna Depok. Diduga kuat warga asing tersebut berada di klub dansa. Setelah dari situ derah yang menjadi penyebaran berada di JakSel berdekatan dengan Depok. Setelah beberapa hari Pak Gubernur Anis Baswedan membuat peta sebaran virus Covid -19 di Jakarta.

penyebaran virus corona di jakarta

Semua Jadi Tanggal Merah

Karena merebaknya virus Covid-19 membuat liburan di hari Minggu jadi dirumah saja. Ada sih kejadian dimana 2 orang dikeluarga dengen jenis kelamin yang sama dengan santainya pergi ke Tanah Abang untuk belanja. Karena kesel jadi bikin blog ini aja deh, lumayan bikin lega dikit walau ketika nulis tentang 2 orang itu agak jengkel juga. Berada dirumah, membuat hiburannya hanya nulis blog ini dan nonton TV. Banyak kepala daerah melakukan public speaking  mengatakan bahwa daerahnya akan mencoba untuk mengendalikan aktivitas mobile dari warganya. Kepala daerah tersebut mengumumkan meliburkan Sekolah dan Kerjaan (ASN / BUMN) sesaat atau bahasa mereka belajar dan kerja di rumah. Ini saya tidak tahu apa berlaku juga untuk pekerja swasta. Oh iya, Presiden sendiri juga mengumumkan untuk meliburkan sekolah dan kerja, tapi kerja itu maksudnya swasta juga atau hanya ASN dan BUMN?

Kalau begini saya kan tidak ragu lagi. Tapi yang menjadi masalahnya,Virus Corona sudah ada di Indonesia, apakah negara kita sudah siap? Kalau dikatakan siap / tidak siap, semua negara dan Indonesia pasti tidak siap dengan virus covid-19 ini. Namun apa yang sudah ada didepan mata harus kita hadapi secara bijak. Apa maksudnya bijak, semua anjuran dari Pemerindah baik itu Pusat datau Daerah kita dengarkan secara baik. Ikuti arahannya dan jangan megnindahkan perkataannya. 

Virus Covid-19 ini benar-benar menjadi sejarah besar bagi saya pribadi. Mungkin saya menjadi orang yang beruntung atau tidak. Tapi dari blog ini akan menjadi catatan bagi saya pribadi, bahwa saya Windu Aji Prasetyo sedang berada dalam situasi DARURAT DUNIA akibat Virus Covid-19. Semoga catatan ini menjadi hal yang baik itu saya pribadi dan untuk pembaca sekalian. Mungkin banyak sekali outbound link diartikel ini. Itu semua dilakukan karena informasi yang saya berikan bersumber dari portal berita online yang menurut saya itu kredibel. 

Salam dari saya dan do'akan Saya dan keluarga (belum menikah ya) tidak terinfeksi virus Covid-19 dan pembaca sekalian juga sama. Terima kasih,

Lampiran

Korban Meninggal  Virus Covid-19
  • 23 Januari: 8 kematian dilaporkan 
  • 24 Januari: 16 kematian dilaporkan 
  • 25 Januari: 15 kematian dilaporkan 
  • 26 Januari: 24 Kematiaan dilaporkan 
  • 27 Januari: 26 kematian dilaporkan 
  • 28 Januari 26 kematian dilaporkan 
  • 29 Januari: 38 kematian dilaporkan 
  • 30 Januari: 43 kematian dilaporkan 
  • 31 Januari: 46 kematian dilaporkan 
  • 1 Februari: 45 kematian dilaporkan 
  • 2 Februari: 57 kematian dilaporkan 
  • 3 Februari: 64 kematian dilaporkan 
  • 4 Februari: 65 kematian dilaporkan 
  • 5 Februari: 73 kematian dilaporkan 
  • 6 Februari: 73 kematian dilaporkan 
  • 7 Februari: 86 kematian dilaporkan 
  • 8 Februari: 89 kematian dilaporkan 
  • 9 Februari: 97 kematian dilaporkan 
  • 10 Februari: 108 kematian dilaporkan 
  • 11 Februari: 97 kematian dilaporkan 
  • 12 Februari: 242 kematian dilaporkan 
Total warga China jumlah meninggal 2.838 orang dan 79.394 kasus positif Covid-19 (1/3/2020 sumber cnnindonesia.com)

Acara Keagamaan yang Terdampak
  • Imlek di China 25 Febuari 2020
  • Ibadah Umrah 
  • Paskah di Italia
  • Perayaan Holi di India
  • Ribuan peziarah Kristen yang ingin mengunjungi tempat-tempat suci di Yerusalem
Sumber Pikiran-rakyat.com

Presentasi Kematian Covid-19
  • Kematian Global : 3,67% (12/3/2020) 
  • Kematian di Australia : 2,38%
  • Kematian di USA : 5%
  • Kematian di KORSEL : 0,6%
  • Kematian di Singapura : 0%
  • Kematian di Malaysia : 0%
  • Kematian di Brunei : 0%
  • Kematian di Vietnam : 0%
  • Kematian di Indonesia : 2,94%
Sumber Tirto dan Kompas
 
Copyright © 2010 Ruang Lingkup Goresan Kehidupan Anak Bangsa, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger